Aku masih menerka apa yang sebenarnya terjadi. Kurasa ini hanyalah mimpi, mimpi terburuk sampai 20 tahun aku hidup. Sosok yang selalu aku rindukan, sosok yang ketika aku memikirkannya akan kulanjut dengan doa, “Tuhan tolong panjangkan umurnya, sosok penguat hatiku ini.”
Aku sangat sangat menyayanginya, Nenekku. Nenek yang selalu mau saat kupinta peluk saat kita tidur. Nenek yang rela terlelap di kamar dengan lampu menyala, hanya karena aku takut tidur dalam gelap. Namun, beliau mampu menahannya untukku walaupun aku yakin ada sedikit rasa tidak nyaman yang ditahannya. Beliau selalu mendengar celotehku. Kami sering pula bertukar cerita, benar-benar menyenangkan.
Nenekku adalah sosok yang akan selalu mendukungku. Beliau selalu dapat memahamiku. Ketika aku menahan perasaanku yang sebenarnya di hadapan orang lain, tapi aku tak kuasa untuk bertopeng di hadapannya.
Purwokerto, 6 Juni 2022
