Kamis, 16 Maret 2017

Kisah Keajaiban Air Wudhu Sayyidah Nafisah Cicit Rasulullah

KEAJAIBAN AIR WUDHU SAYYIDAH NAFISAH
Cicit Rasulullah

Sayyidah Nafisah dilahirkan pada tahun 145 H. Silsilah Sayyidah Nafisah adalah beliau putri dari Hasan Al Anwar bin Zaid Al Ablaj bin Imam Hasan Ali bin Abi Thalib. Beliau juga menyandang gelar sebagai cicit dari Rasulullah SAW. Di balik derajat nasab yang agung itu, Sayyidah Nafisah rupanya memiliki tingkat ketakwaan yang tinggi dan senantiasa berzikir kepada Allah SWT. Sayyidah Nafisah dinikahkan dengan Mu'tamin bin Ja'far As Siddiq yang juga merupakan keturunan Rasulallah SAW. Setelah menikah dengan suaminya, beliau pindah mengikuti suaminya ke Mesir.
Di Mesir, beliau tinggal berdekatan dengan keluarga Yahudi yang memiliki seorang anak gadis yang sedang sakit lumpuh. Meski berbeda keyakinan, namun Sayyidah Nafisah sangat menghormati tetangganya itu. 
Suatu hari si ibu hendak pergi ke satu tempat, sedangkan suaminya tidak di rumah. Lalu si ibu menyarankan agar anaknya itu tinggal sementara waktu di rumah Sayyidah Nafisah. Si anak pun setuju, lalu di antarlah ia ke rumah Sayyidah Nafisah yang memang sangat menghormati tamu. Anak wanita yahudi itu diletakkan di satu sudut di rumah Sayyidah Nafisah, dan ketika itu azan pun berkumandang menandakan masuk waktu sembahyang.
Sayyidah Nafisah yang menunggu waktu shalat meminta izin tamunya untuk segera shalat. Sayyidah Nafisah lalu dihadapan anak wanita Yahudi yang lumpuh itu untuk mengambil wudhuknya. Setelah selesai, beliau lalu lagi dihadapan anak wanita yahudi tersebut dan air wudhu Sayyidah Nafisah jatuh dihadapannya. Lalu datanglah ilham kepada anak yahudi yang lumpuh itu untuk menyapu air wudhu Sayyidah Nafisah yang jatuh itu ke kakinya. Dengan izin Allah, kakinya yang lumpuh itu bergerak-gerak dan terasa sudah dapat berjalan, sedangkan Sayyidah Nafisah tetap khusyuk mengerjakan solat.
Kemudian, terdengarlah pula ibunya telah pulang dan mengetuk pintu, sedangkan di waktu itu Sayyidah Nafisah masih mengerjakan solat. Anak perempuan Yahudi itu memberanikan diri dengan berdiri dan ternyata dia mampu berdiri setelah menyapukan air wudhu Sayyidah Nafisah yang jatuh di hadapannya. Dia membuka pintu dan memeluk ibunya. Ibunya sangat terkejut, dan bertanya apa yang telah terjadi, anak perempuan Yahudi yang lumpuh itu pun menceritakan apa yang yang telah dialaminya. Air wudhu Sayyidah Nafisah yang jatuh dihadapannya itu telah menjadi penawar untuk menyembuhkan sakit lumpuh yang telah dialaminya sekian lama. Menangislah si ibu mendengarkan hal yang sangat ajaib itu. Lalu dia mendapati Sayyidah Nafisah yang telah selesai solat, dan memeluknya seraya berkata: "Aku mengaku bahawa engkau adalah cucu Rasulullah dan datukmu itu adalah Rasul Allah dan Allah adalah Tuhan sekalian alam." Islamlah perempuan Yahudi tersebut. Melihatkan hal tersebut Sayyidah Nafisah memberitahu itu semua adalah kehendak dan izin Allah semata-mata.
Wanita Yahudi dan anaknya yang telah Islam itu kembali ke rumahnya dan bertemu pula dengan suaminya yang bernama Ayub. Dan dia sangat terkejut melihat anaknya dapat berjalan. Mendengar penjelasan dari istri dan anaknya, Ayub menengadah tangannya lalu berkata:
" Maha suci engkau ya Allah ! Engkau sesatkan orang yang engkau kehendaki dan engkau beri petunjuk kepada siapapun yang engkau kehendaki. Demi Allah, benarlah agamamu ini." 
Sejak itu Ayub dan keluarganya Islam, maka kemudian ramailah orang-orang Yahudi yang menjadi kenalan Ayub pula Islam, setelah mendengar kisah Ayub dan keluarganya. 
Demikianlah salah satu dari kisah yang sangat menyentuh perasaan bagaimana dengan air wudhunya saja Sayyidah Nafisah telah mengislamkan berapa banyak orang. Hal yang demikian adalah dengan kehendak Allah juga. Sayyidah Nafisah adalah seorang yang terkenal zuhud dan mengasihi manusia yang lain. Pernah satu ketika, beliau menerima uang sebanyak 1000 dirham dari raja untuk keperluan dirinya. Beliau telah membagikan uang tersebut kepada fakir miskin sebelum sempat memasuki rumahnya. Uang hadiah dari raja itu sedikit pun tidak diambilnya untuk kepentingan dirinya. Semuanya disedekahkan kepada fakir dan miskin. Demikianlah dermawannya Sayyidah Nafisah terhadap fakir miskin.
Sayyidah Nafisah menghembuskan nafasnya yang terakhir pada tahun 208 H sewaktu sedang membaca Al Quran dan sedang berpuasa. Beliau telah dikuburkan di dalam kubur yang telah dibinanya sendiri di dalam rumahnya. Kubur yang dibinanya itu adalah untuk beliau sentiasa mengingatkan akan kematian. Sewaktu disembahyangkan sangat banyak orang yang menghadirinya. Sampai saat ini maqamnya diziarahi oleh pengunjung dari segala penjuru dunia. Demikian kehebatan yang Alah anugerahkan kepada Sayyidah Nafisah Al Hassan yang terkenal dengan kewarakan kepada Allah dan ketaatannya kepada suami. Semoga dirinya menjadi contoh untuk genarasi wanita akhir zaman ini.
SUMBER --- http://mukmin.com.my/ 

0 komentar:

Posting Komentar

 
Goresan Pena Ira Blogger Template by Ipietoon Blogger Template