KEAJAIBAN AIR WUDHU SAYYIDAH NAFISAH
Cicit
Rasulullah
Sayyidah Nafisah dilahirkan
pada tahun 145 H. Silsilah Sayyidah Nafisah adalah beliau putri dari Hasan Al Anwar bin Zaid
Al Ablaj bin Imam Hasan Ali bin Abi Thalib. Beliau juga menyandang gelar sebagai
cicit dari Rasulullah SAW. Di balik derajat nasab yang agung itu, Sayyidah
Nafisah rupanya memiliki tingkat ketakwaan yang tinggi dan senantiasa berzikir
kepada Allah SWT. Sayyidah Nafisah dinikahkan dengan Mu'tamin bin Ja'far As Siddiq yang juga
merupakan keturunan Rasulallah SAW. Setelah menikah dengan suaminya, beliau
pindah mengikuti suaminya ke Mesir.
Di Mesir, beliau tinggal berdekatan dengan keluarga
Yahudi yang memiliki seorang anak gadis yang sedang sakit lumpuh. Meski berbeda
keyakinan, namun Sayyidah Nafisah sangat menghormati tetangganya itu.
Suatu hari
si ibu hendak pergi ke satu tempat, sedangkan suaminya tidak di rumah. Lalu si ibu
menyarankan agar anaknya itu tinggal sementara waktu di rumah Sayyidah Nafisah.
Si anak pun setuju, lalu di antarlah ia ke rumah Sayyidah Nafisah yang memang
sangat menghormati tamu. Anak wanita yahudi itu diletakkan di satu sudut di
rumah Sayyidah Nafisah, dan ketika itu azan pun berkumandang menandakan masuk
waktu sembahyang.
Sayyidah
Nafisah yang menunggu waktu shalat meminta izin tamunya untuk segera shalat. Sayyidah Nafisah lalu dihadapan anak wanita Yahudi yang lumpuh itu untuk
mengambil wudhuknya. Setelah selesai, beliau lalu lagi dihadapan anak wanita
yahudi tersebut dan air wudhu Sayyidah Nafisah jatuh dihadapannya. Lalu datanglah ilham
kepada anak yahudi yang lumpuh itu untuk menyapu air wudhu Sayyidah Nafisah
yang jatuh itu ke kakinya. Dengan izin Allah, kakinya yang lumpuh itu
bergerak-gerak dan terasa sudah dapat berjalan, sedangkan Sayyidah Nafisah
tetap khusyuk mengerjakan solat.
Kemudian,
terdengarlah pula ibunya telah pulang dan mengetuk pintu, sedangkan di waktu
itu Sayyidah Nafisah masih mengerjakan solat. Anak perempuan Yahudi itu
memberanikan diri dengan berdiri dan ternyata dia mampu berdiri setelah
menyapukan air wudhu Sayyidah Nafisah yang jatuh di hadapannya. Dia membuka
pintu dan memeluk ibunya. Ibunya sangat terkejut, dan bertanya apa yang telah
terjadi, anak perempuan Yahudi yang lumpuh itu pun menceritakan apa yang yang
telah dialaminya. Air wudhu Sayyidah Nafisah yang jatuh dihadapannya itu telah
menjadi penawar untuk menyembuhkan sakit lumpuh yang telah dialaminya sekian
lama. Menangislah si ibu mendengarkan hal yang sangat ajaib itu. Lalu dia mendapati
Sayyidah Nafisah yang telah selesai solat, dan memeluknya seraya berkata:
"Aku mengaku bahawa engkau adalah cucu Rasulullah dan datukmu itu adalah
Rasul Allah dan Allah adalah Tuhan sekalian alam." Islamlah perempuan
Yahudi tersebut. Melihatkan hal tersebut Sayyidah Nafisah memberitahu itu semua
adalah kehendak dan izin Allah semata-mata.
Wanita
Yahudi dan anaknya yang telah Islam itu kembali ke rumahnya dan bertemu pula
dengan suaminya yang bernama Ayub. Dan dia sangat terkejut melihat anaknya
dapat berjalan. Mendengar penjelasan dari istri dan anaknya, Ayub
menengadah tangannya lalu berkata:
"
Maha suci engkau ya Allah ! Engkau sesatkan orang yang engkau kehendaki dan
engkau beri petunjuk kepada siapapun yang engkau
kehendaki. Demi Allah, benarlah agamamu ini."
Sejak itu
Ayub dan keluarganya Islam, maka kemudian ramailah orang-orang Yahudi yang
menjadi kenalan Ayub pula Islam, setelah mendengar kisah Ayub dan
keluarganya.
Demikianlah
salah satu dari kisah yang sangat menyentuh perasaan bagaimana dengan air
wudhunya saja Sayyidah Nafisah telah mengislamkan berapa banyak orang. Hal yang
demikian adalah dengan kehendak Allah juga. Sayyidah Nafisah adalah seorang
yang terkenal zuhud dan mengasihi manusia yang lain. Pernah satu ketika, beliau
menerima uang sebanyak 1000 dirham dari raja untuk keperluan dirinya. Beliau
telah membagikan uang tersebut kepada fakir miskin sebelum sempat memasuki
rumahnya. Uang hadiah dari raja itu sedikit pun tidak diambilnya untuk
kepentingan dirinya. Semuanya disedekahkan kepada fakir dan miskin. Demikianlah
dermawannya Sayyidah Nafisah terhadap fakir miskin.
Sayyidah
Nafisah menghembuskan nafasnya yang terakhir pada tahun 208 H sewaktu sedang
membaca Al Quran dan sedang berpuasa. Beliau telah dikuburkan di dalam kubur yang
telah dibinanya sendiri di dalam rumahnya. Kubur yang dibinanya itu adalah
untuk beliau sentiasa mengingatkan akan kematian. Sewaktu
disembahyangkan sangat banyak orang yang menghadirinya. Sampai saat ini maqamnya
diziarahi oleh pengunjung dari segala penjuru dunia. Demikian kehebatan yang
Alah anugerahkan kepada Sayyidah Nafisah Al Hassan yang terkenal dengan
kewarakan kepada Allah dan ketaatannya kepada suami. Semoga dirinya menjadi
contoh untuk genarasi wanita akhir zaman ini.
SUMBER ---
http://mukmin.com.my/

0 komentar:
Posting Komentar